Materi Puisi Kelas XI SMA_Inas Nur Fajriyah, S.Pd.
PENGEMBANGAN
BAHAN AJAR
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI SMA
MATERI PUISI
A.
Pendahuluan
1.
Capaian
Pembelajaran
Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa
untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial,
akademis, dan dunia kerja. Peserta didik mampu memahami, mengolah,
menginterpretasi, dan mengevaluasi berbagai tipe teks tentang topik yang
beragam. Peserta didik mampu mengkreasi gagasan dan pendapat untuk berbagai
tujuan. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan berbahasa yang
melibatkan banyak orang. Peserta didik mampu menulis berbagai teks untuk
merefleksi dan mengaktualisasi diri untuk selalu berkarya dengan mengutamakan
penggunaan bahasa Indonesia di berbagai media untuk memajukan peradaban bangsa.
2.
Tujuan
Pembelajaran
3. Peta Konsep
B.
Penyajian
Materi
1.
Pengertian
Puisi
Puisi merupakan bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan
penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan
bait, serta penuh makna.
2.
Ciri-Ciri
Puisi
a. Puisi
Lama
Puisi Lama merupakan puisi yang masih
terikat oleh aturan-aturan yaitu sebagai berikut ini:
1) Jumlah
kata dalam 1 baris;
2) Jumlah
baris dalam 1 bait;
3) Persajakan
(rima);
4) Banyak
suku kata di tiap baris;
5) Irama.
Ciri-Ciri
Puisi Lama
1) Tak
diketahui nama pengarangnya;
2) Penyampaiannya
yang bersifat dari mulut ke mulut sehingga merupakan sastra lisan;
3) Sangat
terikat akan aturan-aturan misalnya seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku
kata ataupun rima.
b. Puisi
Baru
Puisi Baru merupakan puisi yang tidak
terikat lagi oleh aturan yang bentuknya lebih bebas daripada puisi lama dalam
segi jumlah baris, suku kata, ataupun rima.
Ciri-Ciri
Puisi Baru
1) Mempunyai
bentuk yang rapi, simetris;
2) Persajakan
akhir yang teratur;
3) Memakai
pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain;
4) Umumnya
puisi 4 seuntai;
5) Disetiap
baris atasnya sebuah gatra (kesatuan sintaksis);
6) Ditiap gatranya terdiri dari dua kata (pada umumnya): 4-5 suku kata.
3.
Jenis-Jenis
Puisi
a. Puisi
Naratif
Puisi naratif mengungkapkan suatu cerita atau penjelasan penyair. Puisi
ini terbagi ke dalam beberapa macam, yakni balada dan romansa. Balada ialah puisi
yang berisi cerita tentang orang-orang perkasa ataupun tokoh pujaan. Contohnya
yaitu “Balada Orang-Orang Tercinta” dan “Blues
untuk Bonnie” karya WS Rendra. Romansa ialah jenis puisi cerita yang memakai
bahasa romantik yang berisi kisah percintaan yang diselingi perkelahian dan petualangan.
b. Puisi
Lirik
Jenis puisi ini terbagi ke dalam beberapa
macam, yakni elegi, ode, dan serenade.
1) Elegi
ialah puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Misalnya “Elegi Jakarta” karya
Asrul Sani yang mengungkapkan perasaan duka penyair di Kota Jakarta.
2) Serenada
merupakan sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. Kata “serenada” bermakna
nyanyian yang tepat dinyanyikan pada waktu senja. Rendra banyak menciptakan
serenada dalam 4 Kumpulan Sajak. Misalnya “Serenada Biru”, “Serenada Hitam”,
“Serenada Merah Jambu”, “Serenada Kelabu”, “Serenada Ungu”, dan lain
sebagainya. Warna-warna di belakang serenade itu menggambarkan sifat nyanyian
cinta itu, ada yang bahagia, sedih, dan kecewa.
3) Ode
ialah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, sesuatu hal, atau sesuatu
keadaan. Ode banyak ditulis sebagai pemujaan terhadap tokohtokoh yang dikagumi.
Contohnya adalah “Teratai” karya Sanusi Pane, “Diponegoro” karya Chairil Anwar,
dan “Ode Buat Proklamator” karya Leon Agusta.
c. Puisi
Deskriptif
Dalam jenis puisi ini, penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap keadaan/peristiwa,
benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatian. Puisi yang termasuk ke
dalam jenis puisi deskriptif adalah satire dan puisi kritik sosial.
1) Satire
ialah puisi yang mengungkapkan perasaan ketidakpuasan penyair terhadap suatu
keadaan dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan sebaliknya.
2) Puisi
kritik sosial ialah puisi yang menyatakan ketidakpuasan penyair terhadap
keadaan atau terhadap diri seseorang dengan cara membeberkan kepincangan atau
ketidakberesan keadaan atau orang tersebut. Kesan penyairan ini juga dapat kita
hayati dalam puisi-puisi impresionistik yang mengungkapkan kesan (impresi)
penyair terhadap suatu hal.
4.
Unsur-Unsur
Pembangun Puisi
a.
Unsur
Intrinsik
Unsur intrinsik puisi merupakan unsur-unsur yang terkandung dalam puisi
dan memengaruhi puisi sebagai karya sastra. Unsur instrinsik dibagi menjadi
dua, yaitu struktur fisik dan struktur batin.
1)
Struktur
Fisik
Unsur pembangun puisi secara fisik disebut struktur fisik. Menurut
Waluyo (1987, dalam Raharjo, 2018: 44) struktur fisik dari puisi terdiri atas
diksi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif (gaya bahasa), dan
tipografi.
a) Diksi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi adalah pilihan kata yang tepat
dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga
diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Menurut Raharjo (2018: 44),
diksi tidak hanya berkaitan dengan pemilihan kata, tetapi juga urutan, dan
kekuatan atau daya magis kata. Setiap penulis mempunyai keunikan masing-masing
yang terefleksikan dalam kosakata dan susunan kata yang dirangkai menjadi
sebuah puisi. Pemilihan dan penyusunan kata yang tepat dan selaras bahkan dapat
menyajikan makna kata yang terasa gaib dan kuat bagi pembaca.
b) Kata
Konkret
Konkret berarti nyata atau berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Walaupun kata konkret bermakna sesuatu yang nyata, namun pilihan kata konkret dalam puisi terkait dengan kiasan atau perlambangan yang ingin disampaikan oleh penyair. Pemilihan kata konkret dapat membantu pembaca mengimajinasikan maksud penulis.
c) Pengimajian
Pengimajian pada puisi tergantung pada pilihan kata konkret dan cara
merangkainya. Penghayatan makna kata dalam baris-baris puisi dilakukan melalui
penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Secara berurutan disebut imaji visual,
imaji auditif, dan imaji taktil.
d) Bahasa
Figuratif (Gaya Bahasa)
Penggunaan gaya bahasa pada puisi adalah untuk menambah pengimajian. Selain
itu juga digunakan untuk menyampaikan banyak maksud dengan singkat. Penggunaan
bahasa kiasan membuat puisi lebih indah, menciptakan efek lebih kaya, dan
efektif. Perlambangan membantu penyair memperjelas makna.
e) Tipografi
Tipografi menunjukkan susunan puisi yang membedakannya dengan karya
sastra lainnya, yakni prosa maupun drama.
2)
Struktur
Batin
Memahami makna yang ingin disampaikan penulis dapat dilakukan dengan
menganalisis struktur batin, yakni tema, perasaan penyair, nada, dan pesan.
a) Tema
Menurut Raharjo (2018: 48), tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan
penyair. Gagagsan pokok ini menjadi dasar digubahnya sebuah puisi.
b) Perasaan
Penyair
Masih menurut Raharjo (2018: 48), perasaan berkaitan suasana perasaan
penyair yang diekspresikan melalui puisi. Sikap penyair terhadap suatu gagasan
utama atau pokok permasalahan yang dituangkan ke dalam puisi diharapkan dapat
dihayati pembaca.
c) Nada
dan Suasana
Menurut Gustina S. (2014: 78), nada adalah sikap penyair terhadap penikmat karyanya. Puisi dapat mempunyai nada semangat atau nada sedih atau nada-nada lain sesuai dengan perasaan penyair. Dari sikap penyair tersebut tercipta suasana puisi. Suasana adalah efek yang ditimbulkan pada perasaan pembaca atau penikmat puisi.
d) Pesan
Menurut Gustina S. (2014: 79), pesan atau amanat merupakan kesan yang
ditangkap penikmat puisi setelah membacanya.
b.
Unsur
Ekstrinsik
1) Unsur Biografi
Unsur biografi adalah unsur
yang berkaitan dengan latar belakang penyair. Latar belakang cukup
berpengaruh dalam pembuatan puisi. Misalnya, penyair yang berasal dari keluarga
kurang mampu, ketika membuat puisi yang isinya mengisahkan tentang kesulitan
hidup, dapat lebih memilih diksi yang merepresentasikan kisah tersebut karena penyair tersebut pernah mengalaminya
secara langsung. Begitu pula puisi dengan tema lainnya.
2) Unsur Sosial
Unsur sosial adalah unsur
yang sangat erat kaitannya dengan kondisi masyarakat ketika puisi tersebut
dibuat. Misalnya, sebuah puisi dibuat ketika akhir masa orde baru, maka
puisi tersebut akan menggambarkan kondisi masyarakat yang sedang sangat kacau,
menggambarkan keadaan pemerintahan yang sangat carut-marut, atau mengandung
sindiran-sindiran terhadap pemerintah.
3) Unsur Nilai
Unsur nilai adalah unsur
yang berkaitan dengan pendidikan, seni, ekonomi, politik, sosial, budaya,
adat-istiadat, hukum, dan sebagainya. Nilai yang terkandung dalam puisi
menjadi daya tarik tersendiri, sehingga dapat memengaruhi baik buruknya sebuah
puisi.
C.
Rangkuman
Puisi merupakan bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan
penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan
bait, serta penuh makna. Puisi terbagi menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi
baru. Puisi lama adalah puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan sedangkan
puisi baru adalah puisi yang sudah tidak terikat lagi oleh aturan-aturan
sehingga lebih bebas dibandingkan puisi lama. Puisi terbagi menjadi tiga jenis
yaitu puisi naratif; puisi lirik yang terdiri dari elegi, ode, dan serenade;
serta puisi deskriptif yang terdiri dari satire dan puisi kritik sosial. Unsur-unsur
pembangun puisi terbagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur
ekstrinsik. Unsur intrinsik dalam puisi terbagi menjadi dua lagi, yaitu
struktur fisik meliputi diksi, kata konkret, pengimajian, bahasa figuratif, dan
tipografi serta struktur batin meliputi tema, perasaan penyair, nada dan suasana,
pesan. Sementara itu, unsur ekstrinsik meliputi unsur biografi, unsur sosial,
dan unsur nilai.
D.
Latihan/Tugas/Praktikum
Duduklah berkelompok kemudian bacalah
puisi yang berjudul ”Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono. Setelah memahami
puisi tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
|
Aku Ingin Karya Sapardi Djoko Damono Aku ingin mencintaimu Dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat Diucapkan kayu kepada api Yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu Dengan sederhana Dengan isyarat yang tak sempat Disampaikan awan kepada hujan Yang menjadikannya tiada |
|
No. |
Pertanyaan |
|
1. |
Berdasarkan puisi di atas terdapat kutipan
“Aku ingin mencintaimu dnegan sederhana”. Penulis menggunakan kata-kata yang
dipakai dalam bahasa sehari-hari. Menurut kalian, apakah maksud penulis
dengan kalimat itu dalam konteks puisi di atas? |
|
2. |
Temukan kata konkret pada puisi “Aku
Ingin” karya Sapardi Djoko Damono! |
|
3. |
Kutipan “kayu kepada api yang
menjadikannya abu”, pengimajian apakah yang kalian dapatkan? Berikan
penjelasan mengenai hal itu! |
|
4. |
Sebutkan satu gaya bahasa kiasan (majas)
yang digunakan dalam puisi tersebut. Jelaskan alasan kalian! |
E.
Daftar
Pustaka
1. Harijanti,
Sutji. 2020. Modul Pembelajaran SMA
Bahasa Indonesia. Semarang: Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan
DIKMEN.
2. Marwati,
Heny, dkk. 2021. Cerdas Cergas Berbahasa
dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Riyansyah,
dkk. 2020. “Analisis Deskripsi Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 03 Simpenan”. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. 5, No. 1, hlm.
33 – 38.
4. Suherli,
Maman Suryaman, dkk. (2017). Bahasa
Indonesia: Buku Guru/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
5. Wati,
Maulida Laily Kusuma, dkk. 2022. “Analisis Struktural Antologi Puisi Alarm Sunyi Karya Emi Suy”. Jurnal Kredo. Vol. 5, No. 2, hlm. 529 –
546.
Komentar
Posting Komentar